Maskot HIMMSI

Mungkin terdengar agak sedikit aneh kawan. Tapi mari kita telusuri SOMAT itu apa, siapa, kenapa dan seperti apa. Berikut rekam sejarah yang berhasil kami telusuri.

Organisasi kemahasiswaan (ORMA) lebih dikenali (identik) sebagai salah satu bentuk kegiatan yang sekedar mengisi waktu luang mahasiswa disela-sela kegiatan kuliahnya. Bahkan, ORMA terkadang menjadi kambing hitam karena membuat mahasiswa menjadi lama dalam masa studinya atau lebih akrab dengan sebutan mahasiswa abadi atau mahasiswa paling lama. Sehingga dalam keberadaannya sehari-hari, ORMA tidak lah lebih dari sekedar sebagai ajang berkumpul mahasiswa menunggu jam kuliah, ataupun sekedar untuk melengkapi persyaratan untuk mendapatkan beasiswa karena terdaftar sebagai anggota sebuah organisasi. Dan apa yang terjadi di dalam kehidupan organisasi itu hanyalah sebatas melaksanakan kegiatan agar organisasi tersebut tidak terlihat mati. Banyak mahasiswa yang tidak menyadari bawah organisasi mahasiswa (ORMA) dapat menjadi ajang untuk memulai mengenali tata manajemen pada sebuah institusi nyata seperti halnya pada kantor ataupun perusahaan. Hal ini dikarenakan, mahasiswa masih berpandangan bahwa orma tidak akan memberikan efek apapun terhadap pemikiran mereka. Dan dengan demikianlah maka oraganisasi tersebut akan selalu terlihat sama dari periode ke periode selanjutnya.

Visi HIMMSI pada saat awal didirikan (pada saat masih bernama HIMMI dan AMIK AMIKOM) adalah menjadi organisasi mahasiswa yang dikelola secara profesional, menjadi wadah magang pengurusnya untuk menghadapi dunia profesional. Dari sinilah maka HIMMI dibuat terlihat berbeda dengan organisasi mahasiswa dari umumnya. Banyak hal yang membuat HIMMI berbeda, mulai dari motto organisasi, sistem perekrutan, sistem kerja harian, bahkan sampai dengan ada sosok maskot.

Motto HIMMI “berkreasi dan berkualitas”, yang diciptakan oleh Iskandar Kusumobroto (Ketua HIMMI periode 2001-2002) pada tahun 2002, menjadi landasan dalam pemikiran, ide, cara kerja setiap pengurus. Motto yang apabila dirubah kedalam kalimat lebih panjang adalah “kreatifitas adalah bagian dari kualitas” ini haruslah terus menjadi dorongan untuk menciptakan hal-hal baru dalam setiap kegiatan HIMMSI, mulai dari sesuatu yang bersifat besar sampai dengan hal-hal kecil yang bersifat detail.

Semangat “memiliki” yang dialami pengurus lewat motto “berkreasi dan berkualitas” inilah mendorong salah satu bentuk kreatifitas pengurus lewat pencitraan organisasi. Pencitraan ini akan membuat HIMMSI menjadi mudah dikenali dan lebih dari itu menjadi orma yang berbeda sendiri dengan orma lainnya. Lewat ide Iskandar Kusumobroto (Dewan Penasihat HIMMI periode 2002-2004), dibuatlah sebuah maskot yang merepresentasikan sifat atau cara kerja pengurus HIMMSI.

Agustus 2004, lewat sebuah tim yang terdiri dari Iskandar Kusumobroto-2002, Haryadi-2002, Ahmad Chusairi-2003, Made-2004, Awaluddin Muhsin-2004, dibuat lah sosok maskot yang diberi nama SOMAT (bahkan STMIK AMIKOM pun tidak terpikir untuk membuat maskot kampus). Somat yang merupakan representasi dari hewan semut tidak hanya sebagi pelengkap organisasi semata, tapi juga merupakan bentuk cara kerja daripada pengurus HIMMSI.

Pemilihan hewan semut didasarkan pada karakter semut yang kecil namun secara organisasi merupakan hewan yang rapi dan terkenal memiliki kerjasama satu sama lainnya. Hal ini lah yang melandasi kesederhaan jumlah pengurus maupun garis organisasi pada HIMMSI, dan walaupun sederhana, semangat kerjasama antar pengurus harus lah tinggi. Bagaimana kerjasama bisa tinggi? Hal ini tentu dibantu lewat penciptaan alat-alat bantu kerja baik berupa hardware maupun software. Selain bentuk kesederhanaa itu berupa jumlah pengurus dan divisi yang tidak banyak, adalah bagaimana HIMMSI tidak pernah menggunakan atribut Jas Almamater AMIKOMnya dalam setiap kegiatannya. Hal ini dikarenakan jas almamater identik dengan mahasiswa yang notabene masih belajar tentang profesional. Namun HIMMSI, cukup dengan mengenakan kemeja berdasi (bagi prianya) dan rok resmi (bagi wanitanya) lebih menunjukkan sebagai sebuah intitusi profesional, karenanya somat disini mengenakan krah dan dasi dan bukannya mengenakan jas almamater.

Nama Somat sendiri diambil karena kekhasannya yang sangat Indonesia, tentu saja tidak orang bule asli yang bernama somat kan? Selain karen ke-indonesia-annya tersebut, Somat sendiri memiliki kepanjangan kata yaitu “Semut OK dan Smart”. Terminologi “OK” disini bermakna bahwa setiap kegiatan HIMMSI selalu kelihatan OK. OK dalam artian mulai dari persiapan sampai akhir kegiatan terlihat bagus sampai ke hal-hal detail (contoh hal detail adalah bentuk kwitansi pendaftaran HIMMSI yang bukan dengan tulisa tangan namun langsung tercetak dari printer). Oleh karenanya tangan kanan Somat membentuk lambang OK yang menyatakan segala sesuatu OK/bagus/ciamik/very good. Terminologi “SMART”, adalah bentuk lain dari kreatifitas, setiap pengurus HIMMSI harus memanfaat segala kemampuan sumber daya otaknya dalam mempersiapkan kegiatan HIMMSI. Ya, dalam artian para Somat harus bisa mengakali segala hal yang berhubungan dengan HIMMSI. Oleh karena itu karakter Somat menggunakan topi wisuda dan kacamata. Salah satu bentuk cara smart yang digunakan oleh para Somat terdahulu adalah tentang penciptaan sticker, bagaimana para Somat membuat tas kertas (goody bag) dan pembatas buku sebagai souvenir untuk setiap pendaftaran kegiatan HIMMSI. Salah satu ciri khas HIMMSI adalah pada baru pendaftaran kegiatan, setiap pendaftaran akan mendapatkan souvenir tertentu.

Lewat karakter Somat inilah diharapkan para Somat dapat terinspirasi dalam bentuk-bentuk kreatifitasnya. Nah, rekan-rekan Somat 2013-2014 dan calon Somat 2014-2015 apakah kalian sudah cukup SMART untuk menjadi OK?